KESETIAAN  ABRAHAM  DIUJI

 

Tujuan  Umum: Agar anak dapat setia kepada Tuhan dan memberikan yang terbaik untuk-Nya.

Tujuan  Khusus: Setelah  kegiatan  minggu  gembira ini  anak  dapat

  1. Menceritakan  dengan  singkat  cerita  kesetiaan  Abraham  diuji 

  2. Menyebutkan  contoh  kesetiaan yang dilakukan oleh Abraham

  3. Menyebutkan  contoh-contoh  godaan yang  dapat  menghambat  kesetiaan kepada  Tuhan

  4. Menyebutkan  Contoh   sikap  setia  kepada  Tuhan

Sumber  Bahan; Seri Perjumpaan Dengan Allah  hal.  242-250

Alat Peeraga : Gambar Abraham yang mempersembahkan Ishak.

Langkah-langkah:

1. Perayaan

  1. Doa  Pembukaan : Ya  Allah  Bapa  yang  Maha  baik, kami  mengucap  syukur  dan  terima  kasih kepadaMu, karena  Engkau  telah  memberi  kami  seorang yang  setia  yaitu  Bapak  Abraham. Kami akan belajar untuk setia kepadaMu. Bapa,  berkatilah  dan  sertailah  pertemuan  kami  hari  ini, sehingga  kami  dapat  belajar  setia  dalam  Iman  seperti  teladan  Bapa  Abraham  Semuanya  ini  hanya  karena Kristus  dan  pengantara  kami  Amin.

  2. Lagu  Pembukaan : " BAPA  ABRAHAM "

    Bapa  Abraham  mempunyai

    Banyak  sekali  anak-anak

    Aku  anaknya  dan engkaupun  juga

    Puji  Tuhan  Alleluya

        1. Tangan  kanan.... Reff

        2. Tangan  kanan, tangan  kiri....Reff

        3. Tangan  kanan,tangan  kiri,kaki  kanan...Reff

        4. Dan  seterusnya ( dicari  oleh pembina )

  3. Pembacaan Lilin Kecil

 

2. Penghayatan

  1. Cerita                     KESETIAAN  ABRAHAM  DIUJI

      

            Suatu hari, ketika Abraham sedang berada dalam kemahnya, suasana menjadi sangat panas. Terik matahari terasa sangat panas. Seperti biasanya  Abraham  duduk  di depan  pintu  kemah  dan  Sara  berusaha  mengatur kemah dengan baik supaya tidak terlalu panas. Dari kejauhan, Abraham melihat 5 orang  laki-laki  berjalan mendekati   kemahnya. Ternyata benar,mereka datang untuk minta air minum. Setelah  Ia  bertemu  dengan  orang-orang  tadi, Ia  berkata  kepada mereka " silahkan  duduk  dan  istirahat, sekarang  aku  akan  mengambil  air  dan  roti  untuk  kalian  makan. Sara menyediakan makanan yang lezat untuk para tamu yang datang ke rumah mereka.

            Ketika  mereka  sedang  menikmati  makan siang bersama, salah  seorang  dari  tamu bertanya  kepada  Abraham; Dimanakah  istrimu  sekarang ? Abraham  menjawab, istriku  ada  di dalam. "Sesungguhnya  aku  akan  kembali  padamu  tahun  depan, dan  istrimu   sara  akan  mempunyai  seorang  anak  laki-laki.

    Kebetulan  Sara  mendengar  dari  dalam  kemah, maka  tertawalah  Ia  dan  berkata, Aku  sudah  tua,  mana  mungkin  aku  mempunyai  anak ? Abraham  mendengar  perkataan  itu dan Ia  sadar  bahwa   tamunya  itu  bukan  manusia  biasa   tetapi  tamunya  itu  adalah  Malaikat  yang  menyampaikan  firman  Allah. Ternyata benar, Sara melahirkan seorang anak  yang diberi nama Ishak. Ishak  dapat  tumbuh  menjadi anak  laki-laki yang  sehat  dan  kuat.Setiap  saat  Abraham  melihat  Ishak, Ia  selalu  teringat  akan  janji  Allah.

            Abraham sungguh bahagia karena Allah menepati janji-Nya. Ia menjadi orang yang rajin berdoa dan berbuat baik kepada sesama. Pada suatu hari,  Allah  berfirman  kepada  Abraham;  " Abraham, ambillah  anakmu  yang  tunggal  itu.  Pergilah  ke gunung  Moria  dan  persembahan  anakmu  di sana  sebagai  kurban  bakaran." Abraham  kaget  mendengar  firman  itu, lalu  ia  berkata  dalam hati  " Bukankah  Tuhan  berjanji  akan  memberiku  keturunan  yang  banyak ? Setelah merenung beberapa saat, Abraham menaati perintah Tuhan. Ia membawa Ishak ke gunung Moria untuk dikurbankan. Abraham percaya bahwa Tuhan mempunyai rencana yang sangat baik untuknya.

            Dalam  perjalanan, Ishak  bertanya  kepada  ayahnya  " Bapa,  disini  ada  api  dan  kayu  tetapi  dimanakah  anak  domba  yang  akan  dikorbankan ? Mendengar  pertanyaan  itu, hati  Abraham  sangat sakit. Tetapi  ia  tidak  menunjukan  rasa  sedih  kepada  anaknya, lalu ia  menjawab ; Tidak usah kwatir, nak. Nanti  Tuhan akan  menyediakannya . Kemudian, mereka  meneruskan  perjalanan   ke tempat   yang  dituju.

        Setelah  mereka  tiba,  Abraham  membuat  altar  dari  batu  dan  menaruh  kayu  diatasnya, lalu  ia  mengikat  anaknya, membaringkannya di atas  altar yang sudah dibuatnya dan mengambil pisau untuk membunuh Ishak. Pada  saat  itu  juga, Allah berfirman kepada Abraham "Abraham,  jangan kau bunuh  anak  itu. Engkau  telah  menunjukkan kesetiaan kepadaKu melebihi segala sesuatu. Ketika  Abraham  menoleh, ia  melihat  domba  jantan  yang   tersangkut  disemak  duri. Domba  itu  kemudian  dipersembahkan  di atas  altar  sebagai  korban  bakaran  kepada  Allah, kemudian  Abraham  bersama  Ishak  dan  kedua  pembantunya  kembali  ke rumah  dengan  sukacita.

     

  2. Pertanyaan

    1. Apa  judul  cerita  tadi ? ( Kesetiaan  Abraham  diuji )

    2. Siapa nama anak dari Abraham ? ( Ishak )

    3. Apa yang Allah minta kepada Abraham ( Allah minta supaya Abraham mengorbankan anaknya yang tunggal )

    4. Apakah Ishak jadi dibunuh ? Mengapa ?

     

  3. Pendalaman

            Adik-adik  yang  terkasih, tadi  kamu  sudah  mendengar  cerita  tentang  " Kesetiaan  Abraham  diuji." Abraham  sangat  setia  kepada  Tuhan,  kesetiaannya  diuji  oleh  Tuhan  dengan  menyuruh  Abraham  untuk membunuh  anak  satu-satunya  yaitu  Ishak. oleh  karena kesetiaannya, Abraham  mengikuti  apa  yang  dikehendaki  Tuhan. Tetapi  pada  saat  ia  mau  membunuh, Tuhan berkata; Abraham,  jangan  membunuh  anak  itu. Engkau  telah  menunjukkan  kesetiaan  padaKu." Sebagai  gantinya, Allah menyediakan  se-eokor  domba  untuk  dijadikan  persembahan.

            Adik-adik  yang  terkasih, kesetiaan  Abraham  kepada  Tuhan  adalah  sikap  yang  patuh   kita  teladani. kita  adalah  anak-anak  keturunan  Abraham. Oleh  karena  itu, kita  juga  harus  setia  kepada Bapa seperti  Abraham  setia kepada Allah. Bagaimana kita menunjukkan sikap setia itu ?

        Adik- adikku yang terkasih,

    Kalau kita setia kepada Tuhan, maka kita akan memperoleh kebahagiaan di dalam Tuhan.

3. Pengungkapan: anak menggambar altar.

4. Kesaksian: pembina menceriterakan pengalaman kesetiaannya kepada Tuhan.

5. Perwujudan: Anak diminta untuk :

  1. Selalu Berdoa

  2. Mengikuti Nasihat orang tua

6. Penutup

  1. Doa  Penutup: Terima  kasih Ya  Bapa, kami haturkan kepadaMu. Engkau  telah  mengajarkan  kami untuk  setia kepadaMu. Kami bangga atas kesetiaan yang diberikan oleh Abraham. Kami mohon, bimbinglah kami dengan Roh KudusMu, agar kami selalu setia di jalan PuteraMu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

  2. Lagu  Penutup. 

                           "SETIA-SETIALAH"

            

    Setia-setialah  setia  sampai  mati. Seperti  Tuhan  Yesus  setia  sampai  mati

    Apakah  jawabanmu  dengan  kasih  setianya. Setia-setialah  setia  sampai  mati.

    Aku  mau  setialah  setia  sampai  mati. Seperti   Tuhan  Yesus  setia  sampai  mati

    Inilah  jawabanku  dengan  kasih  setianya. Setia-setialah  setia  sampai  mati.

Kembali ke halaman depan