TUBUH DAN DARAH KRISTUS

 

Tujuan Umum  : Anak semakin menyadari akan kehadiran Yesus dalam rupa roti dan anggur.

Tujuan Khusus : Setelah Minggu gembira ini anak diharapkan dapat:

1.      Menjawab pertanyaan dari cerita

2.      Mengulangi kembali kata-kata Yesus yang diucapkan oleh Imam pada waktu mengangkat hosti dan anggur.

3.      Menyebutkan sikap kita pada waktu menerima berkat

4.      Menyebutkan pengorbanan yang dapat dilakukan anak

Sumber bahan : Ensiklopedi orang Kudus

Alat Peraga : Gambar orang yang sedang menerima komuni

Langkah-Langkah:

1. Perayaan:

a.       Lagu Pembukaan: " TUBUHKU "

Ini tubuhKu, makanlah ini tubuhKu

ini darahKu, minumlah ini darahKu

    Aku pokok anggur kamulah rantingNya

    akan Kusegarkan jiwamu.... ini tubuhKu

b.      Doa Pembukaan : Ya Tuhan Allah dan Bapa kami dalam Surga Engkau telah mengutus Yesus Putera-Mu  untuk mencintai kami. Ia telah rela mengorbankan tubuh dan daraNya untuk kami. Ajarlah kami untuk mencintai Engkau melalu hidp kami setiap hari. Karena Kristus Tuhan dan pengantara kami..... Amin

c.       Pembacaan Lilin Kecil

2. Penghayatan:

a.       Penggalian pengalaman dari anak

1.      Siapa yang setiap hari Minggu pergi ke gereja?

2.      Untuk apa kita pergi ke gereja ?

3.      Apa yang diucapkan romo ketika mengangkat hosti dan anggur ?

4.      Apa yang kalian lakukan ketika romo mengangkat roti dan piala?

 

b.      Ceritera:    Tubuhnya Diserahkan sebagai Ganti Tubuh Kristus     

Pernahkah kamu berangan-angan melakukan sesuatu yang gagah perkasa? Jika pernah, ini dia santo yang tepat bagimu, seorang remaja yang gagah berani hingga rela menanggung resiko kehilangan nyawanya sendiri guna memberikan Yesus kepada umat Kristiani lainnya. Semua jemaat Gereja Perdana menerima Komuni Kudus setiap hari, dan jika mereka tidak dapat menerimanya bersama-sama dengan jemaat yang lain, maka Hosti akan diantarkan bagi mereka.

St. Tarsisius adalah seorang Putera Altar yang tinggal di Roma. Ketika sedang mengantar Hosti Kudus, St. Tarsisius diserang oleh segerombolan berandal kafir. Ia tidak rela membiarkan Hosti Kudus dipermainkan dan dimusnahkan oleh para berandal itu, oleh karenanya ia berkelahi dengan mereka. Gerombolan itu merajamnya sampai mati. Demikianlah St. Tarsisius wafat sebagai martir pada pertengahan abad ketiga. Ia dimakamkan dalam Katakomba Paus St. Kalistus yang terletak di Appian Way.

c.       Pertanyaan cerita

1.      Apa judul cerita tadi? (Santo Tarsisius )

2.      Apa yang dilakukan oleh Tarsisius untuk orang --orang yang ada di penjara?

d.      Pendalaman

        Adik-adik yang terkasih dalam Kristus, kita sudah mendengar cerita tentang Tarsisius yang begitu baik dan rela mati demi  mempertahankan imannya. Tarsisius rela mati demi cintanya akan Yesus. Ia berusaha untuk melindungi Yesus yang Ia bawa. Dan, karena keberanian ini teman-temannya memukul Tarsisius sampai mati.

    Adik-adik yang terkasih, dalam perjamuan malam terakhir (kamis Putih),Yesus mengambil Roti, mengucap syukur kepada Bapa dan membagi-bagikan Roti itu dengan berkata "inilah TUBUHKU yang dikorbankan bagiMu. Dan atas anggur Ia berkata " Inilah DARAHKU  yang ditumpahkan bagimu." Saat Yesus mengucapkan kalimat ini, roti dan anggur berubah menjadi TUBUH DAN DARAH KRISTUS. Saat ini pula Yesus memberikan diri dengan rela hati,Ia mengorbankan diri demi cintaNya yang besar kepada kita. Dengan darahNya yang mengalir di kayu salib, dosa-dosa kita diampuni oleh Tuhan dan kita menjadi anak Allah, saudara Yesus.

Yesus dan Tarsisius berani mengorbankan diri untuk kita. Bagiamana dengan kita ? Kita juga dapat belajar dari Yesus dan Tarsisius dalam pengorbanan. Yang bisa kita lakukan,misalnya:

o    mengorbankan waktu rekreasi hari Minggu untuk datang ke Gereja memuji dan bersyukur atas kebaikan Tuhan.

o    menerima tubuh dan darah Kristus dengan sopan,yaitu berdoa sebelum dan sesudah komuni, meneriman dengan tangan kiri, mengambil dengan tangan kanan dan berjalan dengan sopan (dipraktekkan oleh pembina saat pengungkapan)

o    membantu ibu mengatur tempat tidur sendiri, menyapu, mengepel kamar

o    menyiapkan buku-buku pelajaran dan belajar sendiri (korbankan waktu main untuk belajar).

Adik-adik yang terkasih, tidak ada pengorbanan yang lebih besar bila dibandingkan dengan pengorbanan Yesus. Siapa dari kita yang mau mati di salib ? Tentu tidak ada. Yesus melakukan itu karena cintaNya kepada kita, terutama kepada anak-anak. Nah, kalau kita melakukan hal yang kecil dengan senang hati, maka itulah bukit pengorbanan kita.

3.Pengungkapan : doa kepada St.Tarsisius ( 3x )

            "St. Tarsisius doakanlah kami agar senantiasa berdiri tegak mempertahankan iman kami."

4.Kesaksian: Pembina menceritakan pengalaman pengorbanan dalam melakukan suatu tugas. 

5.Perwujudan: Anak diminta mengikuti Perayaan Ekaristi dan menerima berkat dengan sopan dan tenang.  

6.Penutup:  

a.       Doa Penutup: Ya Yesus yang baik, syukur kami panjatkan kepada-Mu, karena pada hari ini kami dapat belajar menghormati Engkau dan mengorbankan diri untuk kami. Tuhan, kami ingin belajar untuk menghormati Engkau dan mengorbankan diri seperti Santo Tarsisius. Tolonglah kami dalam hidup sehari-hari. Demi Kristus Tuhan kami. Amin

b.      Lagu Penutup:  "EKARISTI SAKRAMEN MAHAKUDUS" 

Ekaristi sakramen mahakudus. Tubuh Tuhan dalam rupa roti.

O santapan rejeki umat Allah. yang berziarah menuju Surga.

Para malaekat serta para suci, menghaturkan bhakti penuh hormat

Yesus kunjungi kami tiap hari. Menghidangkan tubuh dan darah-Nya

Yesus kunjungi kami tiap hari. Menghidangkan tubuh dan darah-Nya

Kembali ke halaman depan